music

Senin, 20 April 2015

KISAH LEGENDA EMPAT RAJA
 


Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:
 
Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo (Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga. Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.
Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama :
  1. War menjadi Raja di Waigeo.
  2. Betani menjadi Raja di Salawati.
  3. Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
  4. Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.  Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. 
SEJARAH RAJA AMPAT

Di tinjau dari sisi sejarah,  Kepulauan Raja Ampat di abad ke 15 merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini.  Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.
Kabupaten yang memperingati Hari Ulang Tahun setiap tanggal 9 Mei ini sekarang merupakan sebuah Kabupaten di Propinsi Papua Barat yang dimekarkan dari Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Bila kita lihat peta Propinsi Papua Barat maka letak Kabupaten ini terletak di kepulauan sebelah barat paruh burung pulau papua. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari kurang lebih 610 pulau yang memiliki panjang total tepi pantai 753 km. Pusat pemerintahan dan sekaligus Ibukota bagi Kabupaten Raja Ampat adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Waigeo, yaitu kota Waisai. 

Ada juga dengan versi ini :
Asal usul Raja Ampat tak bisa dilepaskan dari suku asli yang mendiami pulau terbesar di Raja Ampat, Waigeu. Yakni suku Maya.
"Suku maya adalah sebutan untuk suku asli raja ampat. Berasam dari kata mam dan ya yang artinya, bapa sesungguhnya saya ada. Suku maya berasal dari teluk mayalibit berarti kamar atau ruangan. Kamar untuk orang-orang maya," kata tokoh adat suku maya, Yohanes Goran Gaman, dalam penjelasannya kepada wartawan di Sorong, Papua Barat. Hal ini dibenarkan oleh tokoh adat generasi ke-7 suku maya yang juga adik Yohanes, Abraham Goran Gaman. Abraham menjelaskan, orang maya belum keluar dari pedalaman menuju pantai hingga abad ke-19.
"Orang maya tidak ada tinggal di pantai.  Mereka tinggal di hutan dan gunung.  Mereka tinggal di rumah atap sederhana. Kemudian datang orang Biak, adalah penjelajah di laut. Munculnya suku biak membuat orang maya yang baru turun ke pantai mengenal perahu lebih jelas. Kemudian pancing yang awalnya hanya sejenis tali atau benang dari pohon genemo membuat mereka semakin kenal alat memancing," ungkap Abraham.
Hingga saat ini suku asli Raja Ampat ini masih berdiam di pulau Waigeu. Namun mereka tidak tinggal di Waisei yang merupakan Ibukota Kabupaten Raja Ampat, suku maya memilih tetap tinggal di pedalaman.
Menurut Yohanes yang kini menjabat sekretaris dewan adat suku maya, kisah asal usul Raja Ampat tak bisa dipisahkan dari cerita munculnya raja-raja dari suku maya.
"Jadi di teluk Kabui di tak jauh dari Waigeu, dulu ada kemunculan raja-raja misterius dari 7 telur. Sampai sekarang bangunan sejarah tempat telur itu berasal sudah dibangun tapi atapnya rusak terus.  Jadi Raja Ampat berasal dari empat raja yang lahir dari 7 telur yang didapat generasi pertama suku maya Aliap Gaman," katanya.
Dia tak bisa menjelaskan perjalanan detil empat raja yang dilahirkan dan memerintah di Raja Ampat. Karena alasan kerahasiaan yang harus dijaga suku maya.
Namun penamaan Raja Ampat juga dihubungkan dengan empat pulau besar di Raja Ampat. "Pulau Waigeu, Solawati, Batanta, dan Misol. Juga dihubungkan dengan empat suku yang ditanggal di Waigeu, suku ambel, langganyan, kawei, dan wawiyai," katanya.

Berkembang mulai abad ke 19, masyarakat Raja Ampat kemudian terdidik menjadi masyarakat bahari yang tangguh. Namun kemudian saat Raja Ampat sudah menjadi tujuan wisata bawah laut kelas dunia, sehinga warga asli Raja Ampat merasa diabaikan.
Raja Ampat adalah Raja Terumbu Karang.
Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing - masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda,  Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia - Belanda.
Kepulauan yang kaya pulau
Di Kabupaten Raja Ampat, ada 88 kampung dan 10 distrik, yang merupakan daerah pemekaran Kabupaten Sorong. Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat mencapai ± 46.000 km2­. Sebanyak 6000 km2 adalah daratan, 85% sisanya dalah lautan. Kurang lebih ada 610 pulau, yang berpenghuni hanya sekitar 35 pulau saja. Sisanya belum dihuni, tapi sudah punya nama, tapi ada juga beberapa yang belum memiliki nama. Ada 4 gugusan pulau terbesar di sini, yaitu Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.
Kepulauan Raja Ampat merupakan daerah yang termasuk dalam Segitiga Karang ( Coral Triangle ). Coral Triangle adalah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Negara yang termasuk dalam Coral Triangle adalah  Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia.
Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan di Kepulauan Raja Ampat. Tentu saja ada ikan - ikan unggulan yang laku di pasaran. Contohnya, ikan tuna, cakalang, tenggiri, kerapu, napoleon wrasse, kakap merah, teripang, udang, serta lobster yang melimpah ruah di sana. Jadi jangan heran, penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu di sana juga dilakukan budidaya mutiara,dan rumput laut yang mampu menjadi komoditi ekspor, dan dijual ke Australia, Selandia Baru, Cina, dan Jepang. Ada pula penduduk yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan kelapa dalam, di Pulau Pam, Kofiau, dan Salawati.  Bahkan beberapa pulau mempunyai potensi pertambangan emas, batu bara, migas, nikel, dan kawan - kawan tentunya.

Flora fauna terlengkap di dunia
Letak Kepulauan Raja Ampat ini adalah di bagian barat pulau Papua, provinsi Irian Jaya Barat, tepatnya lagi, di bagian kepala burung Papua. Bisa dibilang, letaknya adalah 50 mil sebelah barat.

 
Laut Sorong.
Raja Ampat telah diakui oleh dunia sebagai salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving alias menyelam. perairan Raja Ampat dianggap memiliki flora dan fauna terlengkap di dunia. Karang (coral) nya mencapai 537 jenis.

Rumah terbesar terumbu karang
Penelitian tahun 2001 - 2002 melaporkan terdapat lebih dari 540 jenis karang keras ( 75% dari total jenis di dunia ), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, serta catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Berarti 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat.
Halmahera Edy
Kondisi perairan di Kepulauan Raja Ampat dipengaruhi oleh massa air dari Samudra Pasifik Barat. Buktinya adalah, adanya arus yang bergerak dari arah timur menuju timur laut ( North-East ) dan sejajar dengan daratan besar Papua bagian utara.
Ketika sampai di Laut Halmahera yang berada di utara Raja Ampat, sebagian arus itu bergerak ke selatan dan menuju Alur Pelayaran Jailolo. Ada juga sebagian kecil arus yang membelok ke arah Selat Dampier. Selat Dampier adalah selat yang menghubungkan Pulau Batanta dan Pulau Waigeo.

Sebagian besar dari arus itu kemudian berbalik arah ke Samudra Pasifik. Arus inilah yang dinamakan Halmahera Edy oleh para peneliti. Adanya arus ini membuat perairan di Raja Ampat menjadi sangat subur. Ditambah lagi, suhu permukaan air lautnya sekitar 28oC hingga 27oC di kedalaman tertentu. Cahaya bisa menembus hingga 30 - 37 meter dengan salinitas yang sangat tinggi. Itu sebabnya, terumbu karang sangat melimpah ruah di Raja Ampat. Plankton - plankton yang menjadi bagian dari ekosistem terumbu karang juga melimpah.

Ekosistem terumbu karang itu mampu mengelola makanannya sendiri secara aktif bagi organsisme - organisme di dalamnya. Walaupun terumbu karang biasanya tumbuh di kawasan perairan laut yang oligoptrik ( yang memiliki unsur hara dan nutrien yang sangat sedikit ). Maka tak heran, bila perairan Raja Ampat adalah tempat berkumpulnya aneka ragam spesies ikan karena kebutuhan makanan produsen ( plankton ) hingga konsumen ( ikan - ikan ) terpenuhi.


Di raja ampat ada juga pulau Misool 

Pulau Misool adalah, persembunyian tropis terpencil, salah satu dari empat pulau terbesar di kepulauan Raja Ampat dunia, dan banyak juga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini dengan tujuan menyelam, karena tempat ini terkenal di Provinsi Papua Barat.
Pulau Misool, terletak di lepas pantai barat pulau utama Papua, yang langsung berbatasan dengan Laut Seram, dan air adalah jalur lalu lintas bagi banyak makhluk laut yang besar , termasuk ikan paus.
Raja Ampat menjadi salah satu kepulauan paling eksotis di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar